Rabu, 24 Juni 2009
A story live a human being
kisah itu mungkin sudah lama ,pada suatu hari seseorang(pemuda) yang merasa sendiri dalam hidupnya,dia mencari teman lama yang dulu becanda tawa bersama ,waktu demi waktu yang ia titi hanya berusaha mencari kebahagiaan yang dulu pernah ada didadanya karena berbagai kisah dan takdir hidupnya ia merasa kehilangan sesuatu yang mahal didadanya kecerian hidup dan kebahagian....
yang ada dalam benaknya adalah berusaha mencari kebahagiaan yang pernah ia miliki ,atau pun menciptakan kebahagiaan yang baru dan meramaikan hatinnya,namun bulan-demi bulan bahkan tahun pun selalu berganti tak satupun yang ia harapkan kesampean.pada suatu ketika ia singgah di sebuah masjid dan mampir untuk mengerjakan atau mendirikan sholat dari sana ia mencoba mengajak bicara orang yang ia temui diserambi masjid untuk sekedar mengenal dan dari situ ada sedikit harapan yang muncul untuk bisa bangkit dari kehidupannya yang kelam dan terasa sudah tak bermakna.
harapan tipis itupun sesekali menjadi pijakan untuk melangkah menapakki dan meniti jalan hidupnya meski tak berarti ia selalu berjalan dan berharap Tuhan menolong hidupnya yang buntu dan kehilangan arah.si pemuda malang ini berdoa pada Tuhan agar dikembalikan kawan-kawan lama. sekian lama perjalanannya ia tetap belum merasa bertemu dengan sesuatu yang diimpikan.Di sela-sela pengembaraan jiwa dan raganya itu si pemuda mengeluh bahkan merintih sesekali mengingat Tuhan"ya Alloh derita nya hidup ini tiada yang bisa mengobati kecuali Engkau" dari rintihan demi rintihan yang semisal itu pemudapun belum mendapatkan jawaban dari doanya bahkan pemuda itu hampir hampir putus asa.walau dalam kepincangan jiwa ia menyaksikan derita dari kisah hidup orang yang lebih menderita iapun tetap tak terobati.dia bertanya-tanya apakah yang terjadi dengan hidupnya.kenapa Tuhan tak segera menurunkan pertolongan-Nya.suatu ketika disebuah keletihan dalam pencarian si maknal hayat bertemulah ia dengan kakak kelasnya ketika yang pernah ia kenal baik ketika ia sekolah dulu.kisah demi kisah atas pertemuannya dengan kakak kelasnya berkembang menjadi rajutan ukuwah yang baru setelah masing-masing menghilang.dari itupun ia saling tanya kehidupannya selama ini,si pemuda yang kehilangan ghirah hidup ini merasa mendapat satu bintang bagi hidupnya yang kelam dia diusai sholatnya mengucap syukur kepada Alloh yang telah menhadirkan saudara yang bisa menuntun kembali untuk semangat meniti waktu dari rasa syukur itu maka ternyata Alloh sang Tuhan yang maha pemurah tidak menyia-nyiakan syukur si pemuda itu. satu demi satu sahabat dan kawan lama muncul bagai bintang bertaburan dihati yang kelam menerangi hidupnya yang kegelapan selama ini penulis mengucapkan selamat kepada sipemuda malang kini hidupmu benderang...bertabur bintang semoga sebentar lagi purnama.amiiiiiin
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)







0 komentar:
Poskan Komentar
BERKOMENTARLAH DENGAN SOPAN DAN DENGAN KATA KATA BIJAKSANA